Minggu, 07 Agustus 2016


Cabang olahraga voli kembali menjadi salah satu daya tarik dalam kegiatan memeriahkan Proklamasi Kemerdekaan RI Tingkat Kecamatan Maniangpajo kali ini. Civil Society Community (CSC) sebagai salah satu lembaga baru yang berdiri di Kecamatan Maniangpajo juga turut berpartisipasi pada kegiatan tersebut.

Dibawah koordinator Andi Ashadi selaku Koordinator Departemen Olahraga dan Kepemudaan CSC, tim voli CSC turun dengan personil yang sarat pengalaman di cabang olahraga voli. Pemain yang diturunkan diantaranya Safari, Zulkarnain, Syahri Nur, Muh. Tasbih, Asdar, dan Paisal. Uniknya, seluruh pemain tersebut, masih memiliki hubungan keluarga yang merupakan cucu kandung dari Keluarga Abdul Razaq dan Talaha.

Ketua Dewan Pengurus CSC, Ahmad Junaedi mengungkapkan bahwa selain cabang olahraga Bola Voli, CSC juga akan berlomba pada cabang olahraga Bulu Tangkis dan Sepak Takraw. Namun, hingga berita ini diturunkan CSC belum tampil pada kedua cabang olahraga tersebut. Sementara itu, pada cabang olahraga bola voli, sejauh ini CSC memimpin klaksemen sementara setelah menang pada dua pertandingan atas Desa AbbanuangE dan Desa Sogi.

Berdasarkan jadwal yang dirilis panitia, CSC kembali akan berlaga Rabu besok (10/08) melawan SMAN 1 Maniangpajo. Ashadi tetap optimis menatap pertandingan tersebut sembari berjanji akan menampilkan penampilan terbaik untuk CSC dan masyarakat Kecamatan Maniangpajo. “tim siap tanding dan Insya Allah akan menampilkan tontonan terbaik untuk masyarakat Maniangpajo” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Ketua Dewan Pendiri CSC, Yasser A. Amiruddin menuturkan bahwa CSC pada dasarnya didirikan untuk berbakti, memotivasi, mengabdi, dan menginspirasi khususnya Generasi Muda di Kecamatan Maniangpajo. Sehingga keberadaan lembaga ini tidak perlu diragukan dan telah memiliki legalitas lembaga pada Pemerintah Kabupaten Wajo maupun secara hukum. Dengan bekal itupula, sehingga CSC turut berpartisipasi pada kegiatan tahunan di Kecamatan Maniangpajo dalam rangka memeriahkan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI.

Kamis, 30 Juni 2016

Civil Society Community dan Cemara Scout Community
Setelah mengikuti kegiatan Dialog Komunitas yang digelar oleh Rumpun Pemuda Wajo, Civil Society Community kembali mengikuti kegiatan Blogger Talk "The Power of Internet" yang dilaksanakan oleh Komunitas Blogger Wajo (KBW) di Wood Brin Cafe, Kamis (30/06/2016) kemarin.

Pada website kabarwajo.com dituliskan bahwa kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai kolaborasi sejumlah komunitas dalam membangun konten lokal untuk lebih memperkenalkan potensi Kabupaten Wajo melalui sejumlah platform media sosial.
 
Tujuannya sebagai kolaborasi membangun konten lokal yang diikuti beberapa komunitas, yakni Rumpun Pemuda Wajo, Jalan-jalan Seru (JJS) Wajo, Komunitas Hijaber, Cemara Scout Community, Civil Society Community, dan beberapa komunitas dan blogger lainnya.

Diskusi seputar internet dan IT yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama tersebut menghadirkan pembicara Andi Rahmat Munawar (Founder Sempugi), Andi Agus Salim (Founder Komunitas Blogger Wajo), dan moderator Adi Pallawalino (Blogger Kompasiana Makassar/Founder KABARWAJO.com)

Dalam diskusi tersebut, terkuak fakta bahwa Era internet, ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi, kekuatan internet telah memudahkan penyebaran informasi dan pengetahuan serta memberi potensi penghasilan yang tak terbatas. Hanya saja, di sisi lain perkembangan internet juga banyak disalahgunakan untuk hal-hal negatif, termasuk tindak cyber crime, penipuan, dan penyebaran konten-konten pornografi yang dengan mudahnya bisa diakses. Era teknologi informasi ini juga setidaknya berpeluang menggerus budaya lokal. Interaksi dunia maya tanpa batas, tak lagi memberi sekat-sekat antar negara. Massifnya pengaruh budaya global ini pun dikhawatirkan membuat generasi muda untuk tidak lagi peduli terhadap kesenian dan kebudayaan lokal.

Menanggapi hal tersebut, Founder Sempugi Andi Rahmat Munawar menilai kemajuan teknologi seharusnya juga bisa menjadi wadah dalam melestarikan budaya dan kesenian tradisional. Melalui situs www.sempugi.org, ia mencoba mengangkat kembali kecintaan terhadap budaya dan kesenian lokal.

“Kita selalu menganggap era internet menjadi ancaman bagi eksistensi kesenian dan budaya lokal. Tetapi mengapa kita tidak berpikir internet itu sebagai wadah untuk mengangkat budaya kita,” kata Andi Rahmat.

Menurutnya, Sempugi yang awalnya hanya sebuah grup diskusi seputar seni dan budaya Sulawesi di facebook kemudian melakukan aksi nyata untuk kembali mengangkat budaya dan kesenian tradisional yang hampir punah.

“Pertengahan tahun 2014, Sempugi kemudian mendapatkan dana hibah dari Cipta Media Seluler (CMS) untuk mendokumentasikan lagu-lagu tradisional yang nyaris punah serta atraksi-atraksi budaya yang mulai jarang dilakukan,” ujarnya.

Dana hibah tersebut juga digunakan dengan melakukan lomba foto dan atraksi budaya tradisional, melakukan aransemen ulang lagu-lagu tradisional yang bisa menjadi ringtone, serta petuah-petuah bijak lokal yang bisa diunduh secara gratis di situs Sempugi. Di samping itu, kata dia, Sempugi juga ikut berpartisipasi pada sejumlah kegiatan adat yang dilakukan di Sulawesi Selatan.

Diskusi Blogger Talk Komunitas Blogger Wajo yang dilakukan dengan konsep ngabuburit ini pun diharapkan menjadi titik awal mengangkat budaya Wajo melalui kolaborasi beberapa konten lokal.

(Sumber Berita: http://kabarwajo.com)

Senin, 27 Juni 2016



Rumpun Pemuda Wajo (RPW), salah satu organisasi Pemuda di Kabupaten Wajo menggelar Dialog dan Silaturahmi Komunitas di Gedung Cendrawasih, Jalan Andi KOro Sengkang, Senin (27/06/2016). Kegiatan yang bertema Menuju satu cita untuk wajo maju dan penuh karya" ini dihadiri oleh beberapa komunitas di Kabupaten Wajo diantaranya Komunitas Blogger Wajo (KBW), Komunitas Fans Club, KOHATI, Komunitas Madridista, Inline Skate, My Trip My Adventure Wajo (MTMA Wajo), Wajo Institute (WI), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Himpunan Mahasiswa Administrasi (HUMANIS), dan beberapa komunitas lainnya se-Kabupaten Wajo. Selain itu, juga turut dihadiri oleh Anggota DPRD Wajo dari Komisi II, Andi Gusti Makkarodda dan H. Sudirman Meru

Civil Society Community (CSC) yang juga turut diundang dalam kegiatan tersebut, turut berpartisipasi dengan mengutus 2 (dua) anggotanya. Mereka yang diutus adalah Mardiwansyah dan Ambo Asse. “Meski akta pendirian melalui notaris baru terbit 22 Juni 2016 lalu. Namun, organisasi ini siap ambil bagian dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Wajo” Ungkap keduanya sebelum mengikuti kegiatan tersebut.

Ketua RPW, Amran yang juga dalam kegiatan dialog tersebut bertindak sebagai moderator menuturkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh RPW adalah satu langkah awal untuk sebuah cita-cita yakni mengumpulkan seluruh komunitas di Kabupaten Wajo yang hingga sekarang terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol Kabupaten Wajo) tidak kurang dari 330 komunitas yang sudah terdaftar yang keberadaannya sudah legal.

Selain itu, melalui dialog ini diharapkan terbentuk satu jalur koordinasi demi kemajuan Kabupaten Wajo. Sebab, menurut Amran, Kabupaten Wajo adalah Kabupaten yang memiliki Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam yang mumpuni. Maka, dari itu Wajo mampu mensejahterakan rakyatnya. Salah satu cara untuk mengubah Wajo bisa dilakukan oleh para pemuda melalui komunitas.

Kehadiran Andi Gusti Makkarodda, juga dimanfaatkan oleh peserta dialog untuk menyampaikan aspirasinya. Para penggiat komunitas berharap agar pemerintah memberikan dukungan penuh pada organisasi komunitas baik dari segi materi maupun dalam bentuk moril. Hal tersebut juga dijawab dengan tegas oleh Politisi tersebut.

Sementara, dalam halaman facebook "Kawan AGM", Andi Gusti menuliskan 3 paragraf yang diberi judul "Potensi yang terabaikan"
Masa depan daerah tercermin dari kondisi pemuda hari ini. Hancur dan jayanya daerah akan ditentukan dengan perlakuan kita terhadap mereka.
Jelang buka puasa hari ini, saya diberi kesempatan untuk kongkow bareng kawan2 pemuda kab. Wajo yang difasilitasi oleh Rumpun Pemuda Wajo.
Mereka jelas potensinya yang tak boleh kita abai, jelas kegemaran dan minatnya begitupun dengan keterampilannya.
(Mw/Ysr_CSC)



Sabtu, 25 Juni 2016

Tidak ada Pacaran dalam Islam.... mau HTS kek..mau LDR kek...saling suka kek..tetep aja, jika sudah ada akad menerima satu sama lain dari ungkapan perasaan hati adalah pacaran yang di islam islamkan. Padahal Rasulullah tdk pernah sekalipun ngajarin pacaran, sebab itu mendekati zina. 

Nah tau kan pacaran itu kebiasannya kaum siapa? * Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031) *

Perhatikan percakapan yang dikutip dari FB berikut:
A: Kamu pacaran???
B: Gak kok... cuman temen.. Kan pacaran gak boleh, Haram.
A: Tp kok sering chattingan??
B: Ohhh... itu spya mnjaga hubungan silaturahmi sajaa.
A: Kok sering telponan jg??
B: Buat ngingetin dia spy ttp jaga diri aja kok. Gak lebih.
A: Itu mah sama ajah pacaran atuh neng,.
Eh..., Ternyata istilah pacaran kini diganti menjadi temenan, kakak adik, sahabat de el el..
Sayang aktivitasnya ttp sama..
So,,, dosa juga lah...
Gak usah dimodusin

Sudahi atau Halalkan!!!

Punya KISAH NYATA YANG DIMODUSIN semacam itu? Yuk, bagikan kisahmu untuk memotivasi & menginspirasi Remaja Indonesia

Syarat & Ketentuan:
  1. Naskah berbentuk curahan/cerita pendek berdasarkan KISAH NYATA pribadi/orang lain (sudut pandang orang pertama).
  2. Panjang naskah 5-10 halaman di kertas A4, Times New Roman 12 pt, spasi 1,5, dan ­margin normal (justify) dlm Ms. Word
  3. Sertakan biodata di bawah ceritamu (nama lengkap, akun sosmed, email, alamat ­lengkap, & no. HP) di file tsb
  4. Naskah dikirim via e-mail (dalam bentuk lampiran, bukan di badan e-mail; tidak berpassword) ke civil.society.community@gmail.com dengan subjek: SAYEMBARA_namapeserta.
  5. Batas akhir pengiriman naskah 15 Juli 2016. Pengumuman 18 Juli 2016
  6. Satu naskah terpilih akan mendapatkan: E-sertifikat dan buku, naskah terbaik diusahakan diterbitkan dalam bentuk buku ber-ISBN, semua peserta berhak mendapatkan E-sertifikat
  7. Naskah yang diikutkan sayembara tidak boleh dishare dlm bentuk apapun sebelum pengumuman
  8. Peserta mengirim maksimal 3 naskah

Unordered List

Sample Text

Blog Archive

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget